Selamat Datang di Website Kecamatan IV Koto
Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H

Herman, SE

Camat IV Koto

Kata Sambutan  Profil

Alamat Kontak :

-

(0752)

kec_4koto@agamkab.go.id

Profil Daerah
Geografis

KEADAAN GEOGRAFIS

 

IV Koto merupakan salah satu kecamatan dalam wilayah Kabupaten Agam yang berbatasan langsung dengan Kotamadya Bukittinggi. Jarak tempuh dari Ibu Kota Kecamatan IV Koto ke Bukittinggi mencapai 12 km. Sedangkan ke Kota Lubuk Basung sebagai Ibu Kota Kabupaten Agam berjarak 54 km melalui jalan propinsi yang kondisinya cukup baik. Luas wilayah Kecamatan IV Koto + 70,00 km2 dengan kondisi wilayah bergunung, berbukit-bukit, dataran dan berlembah.

 Kemiringan lahan di wilayah Kecamatan IV Koto berkisar antara 00 - 45o dengan ketinggian 450-1200 m dpl.

 Kecamatan IV Koto memiliki 7 (tujuh) nagari yaitu Koto Tuo, Balingka, Sungai Landia, Koto Panjang, Sianok VI Suku, Koto Gadang dan Guguak Tabek Sarojo yang terdiri dari 24 jorong dengan jumlah penduduk mencapai 24.826 Jiwa yang terdiri dari 12.193 Jiwa laki-laki dan 12.633 Jiwa Perempuan dengan 5.641 KK, dengan batas batas Kecamatan sebagai berikut :

 

Sebelah Utara berbatas dengan                    : Kota Bukittinggi

Sebelah Selatan berbatas dengan                 : Kecamatan Malalak

Sebelah Timur berbatas dengan                   : Kecamatan Banuhampu

Sebelah Barat berbatas dengan                    : Kecamatan Matur

 

 Dialiri oleh beberapa sungai yaitu Sungai Batang Sianok, Batang Landia dan anak-anak sungai lainnya. Sungai tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar aliran sungai untuk mendukung usaha pertanian dan keperluan sehari-hari. Mata Pencaharian dominan penduduk di Kecamatan IV Koto adalah sebagai Petani, Pedagang, Perajin Perak dan Mas serta Penjahit.

I. NAGARI GUGUAK TABEK SAROJO

 

 

Nagari Guguak Tabek Sarojo dengan luas wilayah + 290 Ha,  berada pada ketinggian 920 m dari permukaan laut dengan batas – batas sebagai nagari berikut :

 

Sebelah Utara berbatas dengan                    : Kota Bukittinggi

Sebelah Selatan berbatas dengan                 : Nagari Koto Tuo dan kecamatan Banuhampu

Sebelah Timur berbatas dengan                   : Kecamatan Banuhampu

Sebelah Barat berbatas dengan                    : Nagari Koto Gadang dan Nagari Koto Tuo

 

Dengan keadaan wilayah Dataran, berbukit-bukit dan lembah, jumlah penduduk 4.276 Jiwa yang terdiri dari 2.116 Jiwa Laki-laki dan 2.160 Jiwa Perempuan dengan 1.077 KK, dengan mata pencaharian yang dominan  sebagai : Perajin Mas, Pedagang dan Petani. Suku yang ada di Nagari Guguak tabek Sarojo adalah : Sikumbang, Caniago, Pili, Guci, Pisang, Salayan, Koto, Payobada, Tanjung, Jambak dan Melayu

II. NAGARI KOTO GADANG

 

 Nagari Koto Gadang adalah sebuah kampung yang indah, terletak diantara Gunung   Merapi dan Gunung Singgalang dan Bukit Kapanehan dengan ketinggian lebih dari 920 – 950 meter dari permukaan laut dengan suhu rata-rata berkisar antara 20 0C dan pada malam hari mencapai 10 0C. Kondisi wilayah terletak  pada dataran  tinggi yang dibatasi  sebagian besar oleh ngarai dengan luas  662,6 Ha dan mempunyai jumlah penduduk sebesar 2.357 Jiwa yang terdiri dari  1.188 Jiwa Laki-laki dan 1.169 Jiwa Perempuan serta 625 KK, dengan Tata Guna Lahan :

- Hutan                              :  211,28  Ha

- Perumahan                     :  41,66    Ha

- Sawah Ladang                :  275,12  Ha

- Kebun                             :  14         Ha

Dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :

Sebelah Utara berbatas dengan                    :  Nagari Sianok VI Suku

Sebelah Selatan berbatas dengan                 :  Nagari Koto Tuo

Sebelah Timur berbatas dengan                   :  Nagari Guguak Tabek Sarojo

Sebelah Barat berbatas dengan                    :  Nagari Koto Panjang

 

Dengan keadaan wilayah Dataran, berbukit-bukit dan lembah, terdiri dari tiga jorong, yaitu : Koto Gadang, Gantiang dan Sutijo dengan jumlah penduduk 2.347 Jiwa dengan mata pencaharian yang dominan  sebagai : Perajin Perak, Perajin Sulaman, Pedagang dan Petani. Sosial kemasyarakatan di Koto Gadang tersusun sesuai dengan ciri “Suku dan Kaum”. Negeri asal, dipimpin oleh Penghulu Suku atau kaum yang disebut “ Datuak ”. Kemudian dibagi – bagi Suku, Perkauman ( Buah Paruik ) serta Kampuang dan Jurai. Suku yang ada di Nagari Koto Gadang adalah : Sikumbang, Caniago, Koto dan Guci Piliang.

Kumpulan dari Penghulu Penghulu terdiri dari :

1. Suku Sikumbang                       : 8   Penghulu Andiko

2. Suku Koto                                 : 7   Penghulu Andiko

3. Suku Guci / Piliang                   : 6   Penghulu Andiko

4. Suku Caniago                            : 3   Penghulu Andiko

                             Jumlah              : 24 Penghulu Andiko

Disebutkan Ninik Mamak Panghulu XXIV ( Nan Duo Puluah Ampek ) merupakan Instansi yang tertinggi dalam Nagari.

Oleh karena kaum senantiasa berkembang kalau Penghulu Andiko itu dahulunya berjumlah dua puluh empat orang, kemudian mulai bertambah, dengan ditanamnya orang nan empat    

Jenis dalam masing masing pesukuan  yakni :

1.      Manti

2.      Dubalang ( Hulu balang )

3.      Malin

Malin terdiri atas :

a.       Imam Mesjid

b.      Khatib Mesjid

c.       Tuanku Nan Barampek yang disebut “ Tuanku Nan Duo Tigo Kadudukan “

 

Pertumbuhan penduduk menjadikan bertambah banyaknya kaum, sedangkan suku tetap seperti semula. Untuk Nagari Kotogadang dengan pertumbuhan penduduk menjadikan bertambah dan berkembangnya kaum menjadi 54 kaum.

dari 54 kaum tersebut yang masih berdiri penghulunya sebanyak 22 penghulu. diharapkan kedepan rencana untuk “ membangkit batang tarandam “ akan dapat dilaksanakan dengan baik

III. NAGARI SIANOK VI SUKU

 

Nagari Sianok VI Suku dengan luas wilayah +  501 Ha, berada pada ketinggiang 926 M dari permukaan laut, dengan batas – batas sebagai nagari berikut :

 

Sebelah Utara berbatas dengan                    : Kota Bukittinggi

Sebelah Selatan berbatas dengan                 : Nagari Koto Gadang

Sebelah Timur berbatas dengan                   : Nagari Koto Panjang

Sebelah Barat berbatas dengan                    : Kota Bukittinggi

 

Dengan keadaan wilayah Dataran, berbukit-bukit dan lembah, jumlah penduduk 2.986 Jiwa yang terdiri dari 1.414 Jiwa Laki-laki dan 1.572 Jiwa Perempuan serta 769 KK, dengan mata pencaharian yang dominan  sebagai : Pedagang dan Petani. Suku yang ada di Nagari Sianok VI Suku  adalah : Sinkuan, Sikumbang, Caniago, Guci, Tanjuang dan Jambak

IV. NAGARI KOTO TUO

 

 

Nagari Koto Tuo dengan luas wilayah + 781 Ha, dengan ketinggian 992 M dari permukaan laut dan batas – batas sebagai nagari berikut :

 

Sebelah Utara berbatas dengan                    : Nagari Koto Gadang

Sebelah Selatan berbatas dengan                 : Kecamatan Malalak

Sebelah Timur berbatas dengan                   : Kecamatan Banuhampu

Sebelah Barat berbatas dengan                    : Nagari Balingka

 

Dengan keadaan wilayah berbukit-bukit dan lembah, jumlah penduduk 4.218 Jiwa yang terdiri dari  2.094 Jiwa Laki-laki dan 2.124 Jiwa Perempuan serta 1.117 KK, dengan mata pencaharian yang dominan  sebagai : Pedagang, Peternak dan Petani. Adapun luas masing-masing jorong:

 

No

Jorong

Luas (Ha)

Keterangan

1

2

3

4

5

6

7

 

Jorong Koto Baru

Jorong Pakan Usang

JorongGaludua

Jorong Lurah

Jorong Caruak

Jorong Kapalo Koto

Jorong Koto Tinggi

130

95

102

110

115

105

124

 

 

Jumlah

781 Ha

 

 

Dengan penggunaan lahan sebagai berikut :

 

Jenis Penggunaan Tanah

Jumlah (Ha)

Keterangan

Perumahan dan pekararangan (Pemukiman)

Sawah : - Teknis

  - ½ Teknis

  - Sederhana / Tadah hujan

Perkebunan : - Negara

    - Swasta

    - Rakyat

Pertanian tanah kering dan ladang, tegalan

Hutan : - Negara

 - Nagari

Danau / Telago / Rawa / Sungai

Tebat / Tambak / Kolam

Tanah tandus / Kritis

Padang ilalang / Tempat gembala

Tempat rekreasi dan olah raga :

- Sepak bola, Volley, Tennis, Bulu tangkis

- Golf

- Pemandian / Kolam berenang

Dan lain – lain

       37

     110

    -

       10

    -

    -

       96

       60

       85

170.50

    -

         5

    -

    -

 

    1.50

-

 

     174

 

 

 

 

 

 

 

Jenis Penggunaan Tanah

Jumlah (Ha)

Perumahan dan pekararangan (Pemukiman)

Sawah : - Teknis

  - ½ Teknis

  - Sederhana / Tadah hujan

Perkebunan : - Negara

    - Swasta

    - Rakyat

Pertanian tanah kering dan ladang, tegalan

Hutan : - Negara

 - Nagari

Danau / Telago / Rawa / Sungai

Tebat / Tambak / Kolam

Tanah tandus / Kritis

Padang ilalang / Tempat gembala

Tempat rekreasi dan olah raga :

- Sepak bola, Volley, Tennis, Bulu tangkis

- Golf

- Pemandian / Kolam berenang

Dan lain – lain

       37

     110

    -

       10

    -

    -

       96

       60

       85

170.50

    -

         5

    -

    -

 

    1.50

-

 

     174

 

 

 

Suku yang ada di Nagari Koto Tuo adalah : Koto Sungai Ngalau, Koto Sungai Limau, Koto Sungai Tuhua, Sikumbang Kalampaian, Sikumbang Sungai Limau,  Sikumbang Tangah, Sikumbang Sariak, Pili dan Caniago. Setiap suku mempunyai ”Penghulu Pucuak” lengkap dengan perangkat adatnya, yaitu : Panungkek, Rang Mudo, Tuanku dan Bundo Kanduang. Saat ini di Koto Tuo terdapat 55 penghulu.

Dari segi agama / syara’, di Koto Tuo terdapat dua aliran tarikat, yaitu Naksabandiyah dan Satariyah. Naksabandiyah dibawa oleh da`i muda yang bernama Abdul Arif yang dinobatkan sebagai Tuanku Pauah Pariaman yang kemudian menjadi Tuanku Nan Tuo. Keturunan Tuanku Nan Tuo antara lain : Tuanku Sutan, Tuanku Kuniang dan Haji Hakam. Di Maninjau, Keturunannya yaitu Karim Amarullah, ayah dari Prof. DR. Hamka. Tuanku Nan Tuo menjelang hayatnya menjadi Panglima Perang Padri atas permintaan langsung Tuanku Imam Bonjol dan mewarisi tradisi silat legendaris, yhaitu silek tuo.

Satariyah berasal dari Ulakan yang dibawa oleh Syech Burhanuddin Ulakan. Tarikat ini di Koto Tuo dikembangkan oleh Inyiak Angku Aluma I, II dan III. Pada masa Angku Aluma II, Satariyah berkembang sampai ke Sulawesi melalui Jambi, Palembang, Banten, Jawa Barat, Jaw Tengah dan Jawa Timur, dimana tarikat tersebut sampai saat ini masih berkembang di Sulawesi.

 

Di Koto Tuo masih membudaya kegiatan pasambahan dan prosesi Batagak Panghulu.

 

Jenis Kesenian Tradisional yang membudaya di Nagari Koto Tuo antara lain :Seni Tari, Pencak Silat dan Tansa

V. NAGARI BALINGKA

 

 

Nagari Balingka dengan luas wilayah + 2.820 Ha merupakan Ibu Kecamatan IV Koto yang terletak pada ketinggian 1000 – 1300 M dari permukaan laut yang terdiri dari daerah pegunungan, berbukit dan berlembah dengan batas – batas sebagai nagari berikut :

 

Sebelah Utara berbatas dengan                    : Nagari koto Gadang dan Nagari Koto Panjang

Sebelah Selatan berbatas dengan                 : Kecamatan Malalak

Sebelah Timur berbatas dengan                   : Nagari Koto Tuo

Sebelah Barat berbatas dengan                    : Nagari Sungai Landia

 

Dengan jumlah penduduk 5.880 Jiwa yang terdiri dari  2.886 Jiwa Laki-laki dan 2.994 Jiwa Perempuan serta 488 KK, mempunyai matapencaharian yang dominan  sebagai : Pedagang, Petani dan Penjahit.

VI. NAGARI SUNGAI LANDIA

 

 

Nagari Sungai Landia dengan luas wilayah + 1.734 Ha. Berada pada ketinggian 1.000 M dari permukaann Laut, dengan batas – batas sebagai nagari berikut :

 

Sebelah Utara berbatas dengan                    : Nagari Koto Panjang

Sebelah Selatan berbatas dengan                 : Kecamatan Malalak

Sebelah Timur berbatas dengan                   : Nagari Balingka

Sebelah Barat berbatas dengan                    : Kecamatan Matur

 

Dengan keadaan wilayah berbukit-bukit dan lembah, jumlah penduduk 2.222 Jiwa yang terdiri dari 1.088 Jiwa Laki-laki dan 1.134 Jiwa Perempuan dan 729 KK, dengan mata pencaharian yang dominan  sebagai : Pedagang dan Petani. Suku yang ada di Nagari Sungai Landia  adalah : Caniago, Selayan, Guci, Pili, Sikumbang, Tanjuang dan Koto.

VII. NAGARI KOTO PANJANG

 

 

Nagari Koto Panjang dengan luas wilayah +   13,46 Km2, berada pada ketinggaian 1.025 Meter dari permukaan laut dengan keadaan wilayah dataran tinggi yang berbukit dan berlembah,        dengan batas – batas sebagai nagari berikut :

 

Sebelah Utara berbatas dengan                    : Kecamatan Matur

Sebelah Selatan berbatas dengan                 : Nagari Balingka Nagari Sungai Landia

Sebelah Timur berbatas dengan                   : Kota Bukittinggi

Sebelah Barat berbatas dengan                    : Nagari Sungai Landia

 

Orbitasi dalam waktu tempuh

 

No

Orbitasi dan Waktu Tempuh

Keterangan

1

Jarak ke Ibu Propinsi

103 Km

2

Jarak ke Ibu Kabupaten/ Kota

  68 Km

3

Jarak ke Ibu Kecamatan

  13 Km

4

Waktu Tempuh ke Ibu Propinsi

    2 Jam

5

Waktu Tempuh ke Ibu Kabupaten / Kota

 1,5 Jam

6

WaktuTempuh ke Ibu Kecamatan

    1 Jam

 

Dengan keadaan wilayah berbukit-bukit dan lembah, jumlah penduduk 2.887 Jiwa yang terdiri dari Laki-laki 1.407 Jiwa, perempuan 1.480 Jiwa dan 836 KK, dengan mata pencaharian yang dominan  sebagai : Pedagang dan Petani. Suku yang ada di Nagari Koto Panjang  adalah : Tanjuang, Sikumbang, Guci, Selayan, Koto, Sinkuan, Caniago, Pili dan Jambak