Selamat Datang di Website Kecamatan IV Koto
Jum'at, 24 Oktober 2014 - 29 Zulhijjah 1435 H

Herman, SE

Camat IV Koto

Kata Sambutan  Profil

Alamat Kontak :

-

(0752)

kec_4koto@agamkab.go.id

Profil Daerah
Sejarah Kecamatan

HISTORIS RINGKAS KECAMATAN IV KOTO

 

 

 

 

 

Perkembangan penduduk IV Koto dimulai sejak dari rombongan Niniak Datuak Tumangguang Putiah berangkat dari VI Koto, Ladang Laweh, Pandai Sikek sampai “mamancang latiah” di Koto Gadang. Nagari-nagari yang mula-mula menjadi basis IV Koto sesuai dengan rute perjalanan yang ditempuh rombongan Datuak Tumangguang Putiah adalah Guguak Tabek Sarojo, Koto Gadang dan Sianok.

 

Tahap pertama ini diikuti oleh tahap kedua hingga menjadi nagari-nagari yang disebut “Mimba Nan Salapan” yaitu Guguak Tabek Sarojo, Koto Gadang, Sianok, Cupak (Pakan Sinayan), Sungai Tanang, Cingkariang dan Sungai Landai (Sungai Buluah).

 

Kemudian perjalanan itu dilanjutkan dengan tahap ketiga dan pada tahap ini nagari-nagari itu disebut “Anak Mimba Nan Anam” yaitu Koto Tuo, Koto Hilalang, Pahambatan, Sungai Landia, Koto Panjang dan Malalak.

 

Yang menjadi Ibu Negeri IV Koto adalah Koto Gadang yang dinamakan dalam Negeri itu “Penghulu Nan Duo Puluah Ampek”. Empat diantaranya dinamakan IV Suku dan yang menjadi jenjang oleh Penghulu Nan Duo Puluh adalah Dt. Machudum Sati, Dt. Maharajo dan Dt. Malakewi. Sedangkan Penghulu Nan Duo Puluah Ampek di Koto Gadang ialah 7 di Koto, 8 di Sikumbang, 3 di Piliang, 3 di Guci dan 3 di Caniago. Sedangkan Guguak, Tabek Sarojo dan Sianok dinamakan “Nan Tigo Jurai” yaitu 12 penghulu di Guguak, 6 di Tabek Sarojo dan 6 di Sianok.

 

Selanjutnya Niniak Tumangguang Putiah beserta rombongannya sampai ke Batang Ampalu yaitu di Bukik Kapanehan dan disana dilaksanakan bercocok tanam. Inilah yang dinamakan Pantang di Ampalu atau disebut juga perjalanan Niniak Tumangguang Putiah dari darat menuju rantau. Daerah ini dinamakan “pintu” IV Koto dan Malalak disebut “janjang” atau tangga IV Koto. Adapun yang menjadi “serambi” IV Koto adalah Mudiak Padang.

 

Daerah IV Koto ini dulunya lebih luas dari daerah Kecamatan IV Koto sekarang. Kira-kira dari Padang Luar sampai ke Ampalu. Dengan tidak disebutnya beberapa nagari dalam rute yang dilalui oleh Niniak Tumangguang Putiah sejak dari Sungai Tanang sampai ke Ampalu dalam Mimba Nan Salapan maupun Anak Mimba Nan Anam maka negeri itu mungkin berkembang langsung dari basis IV Koto (Guguak, Tabek Sarojo, Koto Gadang, Sianok) atau daerah negeri-negeri sebelah timur lainnya yang telah ada suku-suku di satu negeri. Adapun negeri-negeri yang ada di IV Koto tidak seluruh penduduknya berkembang atau berasal dari Niniak Tumangguang Putiah sebab ada negeri-negeri yang didapati oleh Niniak Tumangguang Putiah dalam perjalanannya turun ke VII Koto, meskipun negeri itu belum bernama dan belum beberapa orang penduduknya.

 

Sebelum keluarnya UU. No. 5 tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa yang diberlakukan di Sumatera Barat mulai tanggal 1 Agustus 1983, Kecamatan IV Koto terdiri dari delapan nagari yaitu Balingka, Guguak Tabek Sarojo, Koto Tuo, Koto Gadang, Sianok VI Suku, Sungai Landia, Koto Panjang dan Malalak.

 

Setelah diberlakukannya UU. No. 5 tahun 1979, maka jorong-jorong yang ada dalam nagari di Sumatera Barat berubah menjadi Desa (Pemerintahan Desa). Di Kecamatan IV Koto jumlah jorong pada waktu itu yang beralih menjadi desa sebanyak 33 jorong.

 

Dalam perjalanan pelaksanaan UU. No. 5 tahun 1979, dilaksanakan pula beberapa kali penataan desa bagi desa-desa yang tidak mencapai ketentuan persyaratan jumlah penduduk dan luas sebuah desa. Terakhir dari hasil Penataan Desa tahap IV, jumlah desa di Kecamatan IV Koto sebanyak 20 desa dengan jumlah dusun (wilayah pemerintahan dibawah desa) sebanyak 74 dusun.

 

Pada saat dilaksanakan UU. No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah maka sesuai maksud UU. No. 22 tahun 1999 tersebut dimungkinkannya Desa kembali ke sebutannya masing-masing berdasarkan asal-usul, yang di Sumatera Barat disebut Nagari. Setelah ditindak lanjuti dengan Perda Propinsi Sumatera Barat No. 9 tahun 2000 dan di Kabupaten Agam ditindak lanjuti pula dengan Perda Kabupaten Agam No. 31 tahun 2001, maka pada tanggal 10 Nopember 2001 secara resmi kembali ke Pemerintahan Nagari. Ditandai dengan dikukuhkannya Pj. Wali Nagari se Kabupaten Agam sebanyak 73 nagari.

 

Berdasarkan peraturan Bupati Agam No. 3 tahun 2005 tentang Pemekaran Nagari Malalak menjadi empat nagari yaitu Nagari Malalak Utara, Malalak Selatan, Malalak Timur dan Malalak Barat. Dengan peraturan Bupati Agam tersebut jumlah nagari di Kecamatan IV Koto bertambah dari 8 nagari menjadi 11 nagari.

 

Menindak lanjuti aspirasi masyarakat Malalak dan dalam rangka pendekatan pelayanan kepada masyarakat Malalak, dari bulan September 2006 sampai bulan Desember 2006 telah dilalui beberapa tahap pemekaran kecamatan IV Koto. Terhitung tanggal 20 Desember 2006 DPRD Kabupaten Agam telah mensyahkan Ranperda pemekaran Kecamatan IV Koto dengan Kecamatan Malalak dan telah dilaksanakan peresmian Kecamatan Malalak pada tanggal 24 Mei 2007.

 

 

Dengan telah resminya pemekaran Kecamatan Malalak, maka di Kecamatan IV Koto dengan Ibu Kecamatan Balingka, terdapat 7 Nagari dan 24 Jorong, yaitu :

 

 

 

NO

NAGARI

JORONG

1

BALINGKA

1.

PAHAMBATAN

 

 

2.

SUBARANG

 

 

3.

KOTO HILALANG

2

GUGUAK TABEK SAROJO

4.

GUGUAK TINGGI

 

 

5.

GUGUAK RANDAH

3

KOTO TUO

6.

GALUDUA

 

 

7.

LURAH

 

 

8.

CARUAK

 

 

9.

KAPALO KOTO

 

 

10.

KOTO TINGGI

 

 

11.

PAKAN USANG

 

 

12.

KOTO BARU

4

KOTO PANJANG

13.

KAMPUANG PISANG

 

 

14.

PAHAMBEK

 

 

15.

SUNGAI JARIANG

5

SIANOK VI SUKU

16.

SIANOK

 

 

17.

LAMBAH

 

 

18.

JAMBAK

6

SUNGAI LANDIA

19.

KAMPUANG BARUAH

 

 

20.

KAMPUANG ATEH

 

 

21.

RANAH

7

KOTO GADANG

22.

KOTO GADANG

 

 

23.

GANTIANG

 

 

24.

SUTIJO

 

NAMA-NAMA CAMAT YANG PERNAH BERTUGAS DI KECAMATAN IV KOTO

NO.

NAMA

PERIODE

1

Tamar Jaya. B.A

1964-1965

2

Asril Saman. B.A

1965

3

Muchtar Marzuki. B.A

1965-1967

4

M. Syofa. B.A

1967

5

M. Dt. Muncak. B.A

1967

6

Syafri Wahab. B.A

1967

7

A. Dt. Sampono Labiah

1967-1968

8

Akmal. B.A

1968

9

Raidun Rauf. B.A.

1968-1969

10

Jufri. B.A.

1969-1974

11

Mairunding P. B.A.

1974-1975

12

Amran Zai. B.A.

1975-1979

13

Azhar Maliki.B.A.

1979-1984

14

Boy Azhar. B.A.

1984-1985

15

H. Bachrul Bahar. B.A.

1985-1986

16

Drs. Asmaidi A.S.

1986-1989

17

Darusni St. Kayo

1989-1991

18

Drs. Ibramsyah

1991-1993

19

Syofyan Jas. B.A.

1993-1996

20

Drs. Jabanur

1996-1998

21

Drs. Isfaemal

1998-2001

22

Drs. Efridon

2001-2006

23

Fatimah.S.Sos.M.Si.

2006- 2008

24

M. ARSYID, S.Sos

2008 – 2011

25

HERMAN, SE

2011 - Sekarang